Dalam satu hari aku melewati waktu, sejuta rasa dan banyak cerita.
Cerita yang ingin aku pintal menjadi beribu sajak suci dan membumi.
Jika masa indah jingga sudah raib, dan pekatnya malam
sedikit demi sedikit mulai merubah warna indah langit. Maka banyak harapan yang
terbangun bangkit.
Suara panggilan rindu dari Sang Kekasih akan mulai
terdengar dari seluruh penjuru sudut langit.
Kugelar sajadah semegah cinta, hanya untuk bermunajat malam ini melambungkan namamu.
Untaian tasbih rindu akan bicara laksana
penyair ulung jika ada
hati yang sedang ingin bersua, dan akhirnya tangisku pecah saat bibirku mulai
bergeming akan namamu.
Semua yang aku rasakan akan aku tumpahkan pada tulisan
indah. Darimu aku mulai belajar diam dan memilih memendam, lebih menuliskan
semua rasa yang telah terpendam dalam. Kalau kau tahu, sejak lama aku merasakan ini semua.
Akanlah diamku akan berakhir manis? Memang aku
sangat berharap sebuah penyatuan,
tapi jika
sebaliknya sebuah
pengikhlasan pun aku rajut sebagai ucapan terima kasihku pada Sang
Maha Cinta, yang telah memberikan kesempatan bertemu denganmu lewat takdir yang
begitu megah. Sebuah
rasa yang belum bisa aku ramal ceritanya adalah misteri penuh arti. Semoga apapun
yang terjadi aku bisa menikmati.