Dilihat 386 | 0 Terjual
Sinopsi Buku
Banyak hal yang perlu direnungkan dalam kehidupan ini. Tujuannya
adalah agar kita lebih bijak dalam segala hal, baik itu urusan agama
atau kehidupan bermayarakat. Ketika kita jarang merenung, mungkin kita
akan sulit menilai diri sendiri, sehingga kita tidak bisa menyadari
siapa kita sebenarnya. Mengenali diri sendiri itu modal untuk mengenali
Tuhan. Orang yang tidak sadar dengan dirinya, maka akan sibuk menilai
orang lain, disinilah awal sifat kesombongan itu muncul. Sifat sombong
ini sangat berbahaya karena akan selalu menganggap remeh orang lain,
merasa paling benar, merasa paling kuat dan paling hebat. Sifat seperti
ini akan mengotori hati seseorang. Ketika hati sudah kotor maka akan
sulit menerima kebenaran dan akan bertindak berlebih-lebihan. Buku ini
adalah sebuah renungan dan refleksi terhadap persoal-persoalan yang
terjadi di tengah-tengah umat manusia di era digital, mulai dari masalah
agama, sosial, pendidikan, politik, budaya dan sisi kehidupan lainnya
yang dikemas dalam bingkai sufistik-filosofis yang dapat membangkitkan
nilai-nilai spsiritualitas, baik itu yang sifatnya vertikal (hubungan
dengan Tuhan) atau horizontal (interaksi dengan manusia dan lingkungan).
Dengan membaca buku ini, harapannya kita lebih bijak dalam segala hal.
Lebih banyak
Tentang Buku
226
Halaman
226
Menit
-
Kata
Judul : Bijak dalam Beragama Renungan dan Fleksi Sufistik di Era Digital
Penulis : Mushofa
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Tebal : 213 Halaman
Cover : Soft Cover
Lebih banyak
Penerbit Adab
0
Terjual
0
Lencana