Hubungan
batiniyah antara amil satu dengan amil yang lainnya di lembaga zakat perlu
terjalin dengan kuat dan efektif. Ikatan batin tersebut harus berlandaskan
cinta kasih antar sesama, didorong oleh ego dan emosional yang kuat, didasari
oleh kepercayaan, didukung oleh kerjasama, yang pada gilirannya berpotensi
meningkatkan kinerja organisasi pengelola zakat.
Seorang
pimpinan di lembaga zakat harus memfasilitasi kegiatan berbagi pengetahuan di
lembaga zakat. Amil didorong untuk saling berbagi ilmu tentang zis, melalui
diskusi antar amil, kajian rutin, brain storming, ceramah dewan syariah
dan training internal amil, diskusi untuk mendalami dan memahami regulasi
zakat, belajar besama memahami akuntansi syariah, manajemen syariah, serta
ekonomi syariah. Dengan begitu maka dapat menambah dan memperluas pengetahuan
dan keahliannya sehingga amil semakin terampil serta kapasitasnya bertambah.
Seorang manajer
dapat menciptakan suasana silaturrahmi, koordinasi intensif para amil di
bagiannya atau lintas bagian, meningkatkan dan menjaga minat belajar, saling
terbuka bersedia memberikan data dan informasi yang diperlukan rekan kerja, mau
berbagi pengalaman pribadinya sehingga tercipta suasana kerja yang dibangun
berdasarkan nilai-nilai ibadah dan ketataan kepada Allah SWT.
Jika hal
demikian dilaksanakan dengan baik maka dapat terwujud efektivitas ikatan
batiniyah sesama amil. Sehingga mereka tidak egois. Mereka memandang orang lain
seperti dirinya sendiri, saling mencintai tanpa melihat jabatan atau posisinya,
memiliki tujuan bersama untuk menegakkan syariat zakat, tidak mengharap imbalan
atas apa yang diberikan. Dengan demikian aktivitas berbagi pengetahuan akan
terus tercipta dengan lingkungan yang menyenangkan, bersahabat, tidak kaku,
antar amil tercipta efektiktifitas hubungan batin.
Buku ini
merupakan hasil penelitian dalam rangka untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
serta praktik manajemen SDM, khususnya di lembaga zakat. Buku ini sangat tepat
dijadikan rujukan bagi amil di lembaga zakat, pemerhati zakat, dosen,
mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki concern di bilang manajemen
SDM dan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf.