sinopsis :
Uraian Sondang M. Siregar mengenai arca-arca dari Muarajambi yang memiliki kekhasan tersendiri, hal ini dibuktikan dengan ditemukan arca dwarapala yang penggambarannya tidak ditemukan di situs-situs lainnya. Agus Widiatmoko mengenai jaringan air di situs Muarojambi menunjukkan perhatiannya kepada kondisi lingkungan alam dan kemampuan teknologi masyarakat masa lalu di dalam dan di sekitar situs Muarojambi.
Retno Purwanti yang mengkaji bangunan air Telagorajo mengajukan pendapat yang multifungsional yait fungsi kolam tidak hanya bersift teknis, tetapi juga religius. Kristantina Indriastuti membicarakan pola manajemen sumberdaya arkeologi yang bersifat integratif dan partisipatif, termasuk di dalamnya tekanan perhatian kepada sektor masyarakat lokal.
Sementara Riri Fahlen mengutarakan kehidupan sosial budaya masyarakat desa Muarojambi secara sinkronis dan diakronis, yang nantinya tentu akan diperlukan terutama bagi perencanaan dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Tulisan-tulisan sederhana ini tentu perlu kelak dikembangkan agar dapat memberi sumbangan yang lebih bermakna bagi pengembangan arkeologi sebagai ilmu dan arkeologi sebagai terapan.
Deskripsi buku :
diterbitkan oleh : Balai Arkeologi Palembang
tahun penerbit : 2009