Dilihat 932 | 0 Terjual
Universitas Islam Malang merupakan salah satu perguruan tinggi
yang dipelopori oleh para cendikiawan Muslim Ahlussunnah wal
Jama’ah yang bertekad mendirikan suatu Perguruan Tinggi Islam
berkualitas dan mandiri dengan membawa spirit kedamaian sebagai
salah satu bentuk kontribusi bagi bangsa dan negara.
Sebagai cikal bakal berdirinya Unisma mengalami sejarah
panjang dengan bantuan dari para ulama dari Nahdlatul Ulama
(NU). Salah satu pelopor yang berada di garis depan untuk kemajuan
UNISMA ialah Prof. Dr. Drs. K. H. Muhammad Tholchah Hasan
yang pernah menjadi Menteri Agama pada Kabinet Persatuan
Nasional era Presiden Gus Dur.
Dalam hal ini, Unisma berkesempatan mengaji bersama K.H.
Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal sebagai Gus baha.
Beliau merupakan adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama yang
berasal dari Rembang. Gus Baha dikenal sebagai salah satu ulama
ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar Al-Qur’an. Beliau, kita tahu, merupakan salah satu murid dari ulama
kharismatik, K.H. Maimun Zubair. Gus Baha merupakan putra
dari seorang ulama pakar Al-Qur’an dan juga pengasuh Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA yang bernama KH. Nursalim alHafizh dari Narukan, Kragan, Rembang.
Buku ini merupakan materi yang ditulis dari isi ceramah Gus
Baha bersama Universitas Islam Malang yang mengkaji tentang
Perdamaian itu menjadi sebuah ajaran yang dicontohkan dan
ditekankan oleh junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam
konteks ini, mengangkat Tema Dialektika Islam dan Kebangsaan:
Tafsir Islam Damai untuk Keharmonisan.
Lebih banyak
Tentang Buku
50
Halaman
100
Menit
15.000
Kata
Penulis: Badat Muwakhid., Khoiron Salim., Qurroti A’yun., Ahmad Siboy.
ISBN: 978-623-329-269-6
Penerbit: CV. Literasi Nusantara Abadi
Diterbitkan pada bulan Juli 2021
Lebih banyak
Literasi Nusantara
0
Terjual
0
Lencana