Beranda

Aha! Apapun Itu, Tulis Saja Dulu : Menulis Surat Pembaca di Surat Kabar

Aha! Apapun Itu, Tulis Saja Dulu : Menulis Surat Pembaca di Surat Kabar

Oleh Pustaka Rumah C1nta

PDF
Eye Counter Dilihat 394 | Terjual

Harga Rp35.000


“Dalam buku ini, penulis menghadirkan rasa gemas yang dialami lalu dituangkan dalam surat pembaca. Melalui buku ini, kita akan mendapatkan proses munculnya gagasan atau ide beserta contoh tulisan surat pembacanya. Buku ini cocok bagi kita yang ingin memulai untuk menulis tulisan pendek. Memulainya dengan dua atau tiga paragraf namun bisa tayang di surat kabar.” - oleh Dicki Agus Nugroho. Penulis, Mantan Ketua Umum DPP HMPII  (Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi Indonesia), yang mulai menekuni dunia tulis menulis sejak pertama kali bekerja sebagai petugas perpustakaan di Universitas Tidar.

Surat kabar masa kini sebagian nampak menyedihkan. Karena mereka menggusur atau membuang habis kolom penulisan surat pembaca. Bisa diduga, kolom itu dijual sebagai kapling iklan. Bisnis mereka utamakan. Pengelola surat kabar itu lupa bahwa pembuangan kolom surat pembaca itu ibarat memutus nadi yang menghubungkan pembaca mereka dengan pembaca lainnya. Mereka juga memutus sumber informasi aktual, yakni masalah yang menggumuli pembacanya dalam pelbagai faset kehidupan yang mereka arungi. Surat kabar bersangkutan mungkin menjadi lebih banyak uangnya, tetapi ibaratnya sudah tidak mempunyai telinga, sehingga sudah terputus cinta dari pembacanya. Syukurlah, masih ada surat kabar yang melestarikan kolom tersebut. Gagasan Dicki Agus Nugroho yang membukukan surat-surat pembaca yang pernah ditulisnya disambut dengan baik. Apalagi profesi dirinya sebagai pustakawan, maka jalan intelektual berbagi gagasan yang dia tempuh itu patut untuk ditularkan. Bahkan ada angan-angan bahwa setiap mahasiswa ilmu perpustakaan seharusnya memiliki tiga kegiatan yang melekat pada dirinya:  memiliki buku harian dan buku catatan, mengelola  blog dan rajin menulis surat-surat pembaca. Apa manfaatnya ? Kerjakan saja, manfaatnya akan menyusul kemudian. Semoga tradisi yang dirintis oleh Dicki terus berlanjut dengan kegembiraan. Menulis surat pembaca merupakan sarana hebat dan murah untuk promosi dan kehumasan bagi perpustakaan. Sebagai pendorong, slogan komunitas Epistoholik Indonesia : Episto ergo sum (Saya menulis surat pembaca maka saya ada). Selamat untuk menulis surat-surat pembaca.

Lebih banyak
Tentang Buku
Total Pages
72
Halaman
Total Baca
31
Menit
Total Kata
7.683
Kata

Beli buku ini

Harga eBook Rp35.000


Didukung Oleh
Ikuti Kami
Unduh Aplikasi

Henbuk ©2022 All Rights Reserved.