Beranda

Pondok Gondang Penerus Perjuangan Sang Pangeran

Pondok Gondang Penerus Perjuangan Sang Pangeran

Oleh Mochamad Taufik

PDF
Eye Counter Dilihat 546 | Terjual

Harga Rp30.000 Rp60.000


Sejak Pondok Gondang didirikan oleh KH. Hasan Muhdhor tahun 1905 ini, ternyata penerus perjuangan Sang Pangeran. Sebagai bukti ; pertama, pesan Sang Pangeran pada semua laskarnya merubah taktik berjuang dengan senjata berubah dengan mendidik masyarakat, baik mendirikan langgar, masjid atau pondok. Kedua, menandai tempat berjuangnya dengan menanam 2 pohon sawo. Pohon sawo ini mengandung filosofi sawwu shufufakum yang artinya “rapatkan barisanmu”. Kedua bukti tersebut dimiliki oleh Pondok Gondang. Pertama, Kyai Tamim, Abah KH. Muhdor adalah mantan laskar Pangeran Diponegoro yang lari dari kejaran Belanda. Dia bergabung berdakwah di ponpes Cangaan. Muhdhor adalah putra ketiga Kyai Tamim yang lahir tahun 1862. Kedua, di depan Pondok Gondang Bangil ini ditanami 2 tanaman sawo. Bagaimana hasil perjuangan KH. Hasan Muhdhor (Sang Kyai) dan duriyahnya sebagai salah satu penerus perjuangan Sang Pangeran. Penulis pilih 5 contoh santri. pertama, Ulama berpengaruh yang diasuh KH. Muhdhor. Kedua, Ulama plus pejuang yang diasuh KH. Muhdhor. Ketiga, Ulama lintas generasi (diasuh 2 duriyah Sang Kyai) yang memilik karisma di masyarakat. Keempat Ulama muda yang berpengaruh yang diasu duriyah Sang Kyai. Kelima, ulama/ santri yang menjadi pelopor literasi yang diasu duriyah Sang kyai. Alumni yang memenuhi kreteria pertama, KH. Sarwani Abdan (Tuan Guru Bangil) dan beliau didikan Kyai Muhdhor.


Tokoh ini mempunyai pengaruh yang luar biasa pada masyarakat Banjar Kalsel. Kedua, Ulama plus pejuang kemerdekaan, KH, Sholeh Qosim. Tokoh nasional ini, membuat Presiden harus mencium tangan beliau dan Jendral Gatot Nurmantion mengundang pada peringatan HUT ke-72 TNI, 5 Oktober 2017. Profil santri ketiga, KH. Abas Anwar, ulama karismatik dan tawadu’ ini, penulis terkesimah dengan ribuan masyarakat ikut mengantarkan pemakaman kyai yang rendah hati ini. Disamping itu Kyai Abas sosok lintas generasi yang pernah diasuh langsung oleh Sang Kyai dan duriyahnya. Profil santri keempat, menempatkan KH. Saifullah Arif Billah, santri gemblengan duriyah Sang Kyai ini, melakukan trobosan dan kejutan yang luar biasa dalam membangun ponpesnya, Singa Putih. Profil santri yang kelima. Dahlan Efendi, santri didikan duriyah Sang Kyai ini, sebagai tokoh pemuda yang terus berjuang sampai akhir hayatnya. Berhasil menulis beberapa buku, salah satu bukunya berjudul, Surauku Damai, Negeriku Aman.

Lebih banyak
Tentang Buku
Total Pages
176
Halaman
Total Baca
120
Menit
Total Kata
170.000
Kata

Beli buku ini

Harga eBook Rp30.000

Rp60.000

Beli Sekarang
Didukung Oleh
Ikuti Kami
Unduh Aplikasi

Henbuk ©2024 All Rights Reserved.