Dilihat 490 | 0 Terjual
Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga
kelestarian lingkungan hidup memaksa para produsen dari berbagai macam
produk mulai beralih menggunakan bahan-bahan yang tidak merusak
lingkungan atau bahan yang ramah lingkungan (green product). Bahan-bahan
yang dimaksud tidak hanya bahan baku produk melainkan juga menyangkut
material lainnya seperti kemasan produk, pelabelan, karton pembungkus
dan lain sebagainya. Perubahan ini menimbulkan tantangan yang harus
dijawab oleh perusahaan, yang dapat berupa peluang atau ancaman.
Perusahaan yang pintar akan memandang isu lingkungan hidup sebagai
peluang untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, bukan ancaman.
Perusahaan akan mengaplikasikan isu lingkungan dalam aktivitas
pemasaran yang mereka lakukan, sehingga menimbulkan fenomena baru dalam
dunia pemasaran berupa konsep green marketing.
Perkembangan teknologi kini telah mengubah industri finishing kayu.
Bahan finishing/cat yang dulunya hanya bisa dilarutkan menggunakan
thinner kini bisa menggunakan air saja sebagai bahan pelarutnya. Cat
kayu berpelarut air atau lebih dikenal dengan cat water based ini mulai
banyak dicari, baik dari kalanganindustri maupun di kalangan para
penghobi. Di kalangan industri, penyebabnya adalah regulasi dari
negara-negara tujuan ekspor yang melarang penggunaan bahan kimia
berbahaya untuk semua produk yang masuk ke negara tersebut.
Meningkatnya jumlah workshop kriya kayu di Pekanbaru berdampak pada
meningkatnya penggunaan bahan baku kriya kayu di antaranya adalah cat
kayu sebagai bahan yang digunakan dalam sentuhan akhir produk. Jika para
pengusaha kriya kayu masih banyak yang menggunakan cat berpelarut non
air seperti solvent, thinner dan lain-lain maka akan berdampak buruk
bagi lingkungan karena mengandung VOC (volatile organic compound),
timbal dan merkuri. Untuk mengatasi masalah itu dimungkinkan solusinya
adalah dengan meningkatkan green purchase intention konsumen dengan
menggunakan cat kayu yang ramah lingkungan. Namun konsumen terkendala
pada harga dari cat kayu berpelarut air (waterbased) yang lebih mahal
dibanding cat kayu berpelarut solvent (solvent based).
Lebih banyak
Tentang Buku
89
Halaman
89
Menit
15.841
Kata
Judul : PROSES GREEN PURCHASE INTENTION INDUSTRI KRIYA KAYU DI PEKANBARU
Penulis : Tengku Firli Musfar, Henni Noviasari & Meilisa
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Tebal : 89 Halaman
No ISBN : 978-623-56871-4-8
Lebih banyak
Penerbit Adab
0
Terjual
0
Lencana