Buku ini setidaknya menjadi saksi bahwa Harian FAJAR, media yang
menjadi kebanggaan kita semua, mencatat sebagian dari sejarah peradaban
manusia ketika melawan makhluk Tuhan tak terlihat. Bagaimana manusia
terpaksa berubah dalam hal menjaga kesehatan pribadi yang memengaruhi
cara beriteraksi antar-manusia. Bersih tangan, bermasker, tidak
berkerumun, makan makanan sehat, menjaga pola hidup sehat, sadar akan
kematian lalu kian dekat kepada Tuhan, merupakan dampak baik dari
serangan Covid-19 ini. Tapi dampak buruknya tidak kecil, sebagai insan
beragama, kita harus rela menjauhi rumah ibadah dalam beribadah,
memercayakan kesinambungan silaturrahmi pada alat-alat digital, dll.
Tajuk adalah sikap redaksi yang berarti juga bagian dari suara
publik. Salah satu persoalan publik yang menerpa pembaca Fajar, baik di
Sulawesi Selatan, Indonesia pada umumnya, bahkan di seluruh dunia adalah
berjangkitnya Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV).
Masalah-masalah inilah mendapat porsi besar dalam penulisan tajuk Fajar
sejak awal 2020 hingga pertengahan 2022. Tajuk-tajuk virus Wuhan
tersebut ditulis dalam pelbagai tema sesuai kajian redaksional Fajar.
Kadang-kadang menjadi peringatan (warning) keras. Kerap pula
menjadi “ajakan”. Tak jarang menjadi solusi atau “sekadar” pencerahan.
Banyak pula menjadi referensi yang juga dipetik dari pelbagai rujukan.
MUHAMMAD YUSUF AR. lahir di Bantaeng 50 tahun silam.
Memulai karir jurnalistiknya sejak mahasiswa sebagai pemimpin redaksi
koran Kampus WASHILAH. Bergabung di FAJAR tahun 1996 hingga sekarang.
Selama 15 tahun berkecimpung di media cetak dari reporter hingga wakil
pemimpin redaksi sekaligus Direktur Produksi dan SDM. Pada 2011 mendapat
amanah mengelola FAJAR TV sebagai Direktur merangkap Pemimpin Redaksi.
Menjadi host sekaligus produser eksekutif beberapa program televisi,
yakni: INSIDE (2011); MEJA REDAKSI (2013); D’WARKOP (2018); BICARA
POLITIK (2019). Saat ini, selain aktif mengelola lembaga penyiaran
televisi lokal, juga mengampu mata kuliah Manajemen Media Elektronik dan
Komunikasi Politik pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar
Makassar.