Perubahan
iklim dan pemanasan global merupakan fenomena yang sedang terjadi dan
intensitasnya meningkat setiap tahun. Peningkatan suhu bumi menyebabkan
terjadinya cekaman panas (heat stress) pada ternak. Mekanisme tubuh ternak
untuk menstabilkan suhu adalah dengan membuang panas ke lingkungan melalui
pernafasan, mendistribusian darah secara berlebihan ke peripehery dan mengurangi
produksi panas metabolik dengan membatasi konsumsi pakan. Respon fisiologis
ternak ini akan berdampak negatif terhadap fermentasi rumen, pencernaan
dan metabolisme, tingkat imunitas, sistem hormonal dan reproduksi, pertumbuhan dan
produktivitas ternak, serta menyebabkan terjadinya stess oksidatif dan
pengurangan kualitas daging dan susu.
Selain
menjadi sektor yang memperoleh dampak negatif dari pemanasan global, peternakan
juga memiliki kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK), yaitu sekitar
14.5% dari total emisi GRK antropogenik (49 Gt CO2 eq / tahun), atau
7.1 Gt CO2 eq/tahun yang terdiri dari 3.1 Gt CO2 eq/tahun
dalam bentuk CH4; 1.92 Gt CO2 eq/tahun sebagai CO2,
dan 2.06 Gt CO2 eq/tahun sebagai N2O. Sekitar 44% dari
emisi GRK yang berasal dari ternak terjadi dalam bentuk metana (CH4). Metana
memiliki efek pemanasan global 23
kali lebih besar dari CO2.
Ternak ruminansia secara alamiah akan
membentuk metana dalam proses fermentasi rumen untuk mempertahankan
keseimbangan metabolisme di dalam tubuh. Produksi gas metana mengakibatkan
terjadinya kehilangan energi pakan sekitar 8-14% dari total energi tercerna.
Cekaman
panas pada ternak adalah sebuah keniscayaan yang semakin hari akan semakin
terlihat dampaknya, seiring dengan semakin meningkatnya suhu bumi. Oleh sebab
itu, dibutuhkan teknologi untuk menghambat terjadinya dampak negatif cekaman
panas, dan teknologi untuk membantu ternak beradaptasi dengan dampak yang
mungkin terjadi. Demikian juga dengan produksi metana enterik, teknologi untuk meminimumkan
gas metana dari ternak ruminansia perlu terus dikembangkan. Buku ini memaparkan
beberapa alternatif teknologi pakan dalam upaya adaptasi dan mitigasi pemanasan
global. Selain itu, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, juga
dipaparkan kondisi pemanasan global saat ini, mekanisme fisiologis tubuh ternak
terhadap cekaman panas (heat stess), dampak cekaman panas terhadap
performan dan kualitas produk peternakan, serta sitem pencernaan ruminansia dan
mekanisme pembentukan metana enterik.