Menulis
merupakan bagian dari kehidupan kita. Menulis bagi guru adalah hal yang sudah
seharusnya menjadi suatu kebutuhan. Menulis dan berliterasi bagi guru dan siswa
merupakan hal yang harus dilakukan dan dikuasai, karena dengan menulis, guru dan siswa akan semakin kreatif dan
terampil dalam berkomunikasi secara tertulis. Memulai dari menulis pengalaman, cerita,
kegelisahan, dan seputar pendidikan di sekolah berupa karya ilmiah, puisi, cerpen, dapat
ditulis oleh guru dan siswa. Bila setiap hari guru dan siswa menuliskan semua
pengalaman, ide/gagasan yang membawa kemajuan bagi dunia pendidikan, maka suatu
saat pendidikan kita akan berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Wistara
Tanaya, mempunyai makna perasaan hati siswa yang “diungkapkan” melalui
karya tulis cerita individu dari para siswa.
Pertama
memang harus dipaksakan untuk dapat meluangkan waktu kita untuk menulis,
kemampuan untuk menyampaikan ide/gagasan, pengalaman kita, apa yang ada dalam
pikiran kita, semua harus dimulai dengan semangat bahwa kita sedang memulai
membuat sejarah kita dalam bentuk tulisan yang kita buat. Mengawali memang
sulit, berat, tapi itulah tantangan bagi seorang guru untuk dapat memulai
menulis. Lambat laun, jika kita terus konsisten menulis, maka kita akan
merasakan bahwa menulis itu mudah.
Seringnya
berlatih, dengan motivator yang memotivasi guru dan siswa, maka tersusunlah
karya tulis yang ternyata dapat kita nikmati tulisan mereka sebagai hiburan,
dan sebagai bagian dari gerakan literasi di sekolah. Dalam buku ini, kita dapat
membaca berbagai ungkapan rasa/bathin siswa, yang dapat menghibur kita di
sela-sela waktu luang kita.
Para
pembaca yang budiman di sekolah, buku ini penting bagi sekolah dan para siswa
karena dari buku ini pembaca akan mendapatkan motivasi, dan semangat baru ,
bahwa kita semua pasti dapat menulis, selama ada niat, kemauan dan usaha yang
sungguh-sungguh. Selamat Membaca dan berkarya. Semoga sukses.