Dilihat 406 | 0 Terjual
Dalam perspektif ilmu tasawuf,
bencana seperti serangan COVID-19 dapat dimaknai sebagai
musibah yang bisa menimpa
siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Musibah merupakan takdir
Allah dan keniscayaan
yang harus dihadapi setiap manusia.
Stay
at home
dalam situasi wabah COVID-19 saat ini, dapat dimaknai sebagai upaya menambah
pahala, bukan sekedar tinggal menetap di rumah, namun lebih dari itu,
menyiapkan “surga di dalam rumah”. Doa dan munajat dari setiap penghuni rumah
yang saleh, sangat besar kontribusinya untuk keselamatan negeri ini, yang tentu
hal itu bisa dilaksanakan ketika seseorang paham betul bahwa setiap doa akan diijabah
oleh Allah swt.
Airmata
yang mengalir dalam menyaksikan mereka yang telah meninggal akibat serangan
COVID-19 seharusnya membuat manusia sadar kemana tujuan akhirnya dan apa yang
telah dipersiapkannya untuk bekal akhiratnya nanti.
Beberapa untaian kalimat di atas merupakan nukilan yang dapat pembaca
temukan dalam buku ini. Buku yang ditulis oleh mahasiswa STIT Ibnu Khaldun
Nunukan ini menarik untuk dibaca dalam membangun perspektif kehidupan yang
positif. Di dalam buku ini pembaca akan menemukan banyak sekali petuah,
harapan, nasehat, dan hikmah bagaimana sebaiknya kita menjalani kehidupan di
masa pandemi COVID-19 dalam perspektif tasawuf.
Lebih banyak
Tentang Buku
110
Halaman
110
Menit
12.845
Kata
Judul : BERTASAWUF DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Sebuah Catatan Refleksi
Penulis : Nur Adillah Muttaqiyah, Astini, Juitno, Faisal, Sitti Maryani, Afriani, Megawati, Muhammad Jaqub Sihashaleh, Muh. Rafli Rizaldi, Ana Sakinah, Musdalifah binti Usman Barkin
Editor : Eko Nani Fitriono, S.Th.I., M.P.I.
Ukuran : 21 cm x 14,5 cm
Tebal : 110 Halaman
ISBN : 978-623-6872-55-0
Tahun Terbit : November 2022
Lebih banyak
Penerbit Adab
0
Terjual
0
Lencana