DIALEKTIKA DOSEN INDONESIA
DALAM MENYIKAPI COVID-19
Kajian Komunikasi, Psikologi, Pendidikan, Linguistik dan Agama/Dakwah
Prof. Dr. Mohammad Adiin Sila, Ph.D. (Kepala Puslitbang Bimas Agama
dan Layanan Ksagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI)
“Pengelolaan bencana atau disebut juga dengan mitigasi sama tuanya
dengan umur manusio. Artinya bencana itu okan selatu ada dan tidak
mungkin bisa dihindarkan apalagi dihitangkan, Manusia dituntut untuk
mampu mengelola dampak dari bencana karena manusia harus menjalani
hidupnya sehari-hari. Karya bookchapter saudara Abd Jamil Wahab ini
mengajak kita untuk hidup berdampingan dengan bencana agar dampak buruk
dari bencana bisa dikurangi. Caranya dengan memampukan masyarakat untuk
dapat mengelola sendiri bencana tersebut.”
Drs. H. Lalu Azhari, M.Pd.i. (Rektor Universitas Oamaru! Huda Badaruddin/Unighba-NTB)
“Tulisan singkat dalam bookchapter ini memuat hal yang cukup mendasar
tentang keberadaan Covid-19 dari sudut pandang masyorakat. Covid-19
bukan semata-mata dilihat dari sudut pandang medis akan tetapi
menyongkut isu politik, sosial, ekonomi, budaya dan religi. Adanya isu
tentang konspirasi keberadaan Covid-19 melahirkan hoaks yang membuat
pemahaman masyarakat menjadi terbelah. Akibatnya, dalam persepsi
masyarakat, keberadaan Covid-19 seakan antara ‘ada’ dan ‘tiada’ sehingga
berakibat pada rendahnya tingkat penerapan protokol kesehatan di masa
pandemi,”